Penyedia Laboratorium Bahasa & Software Lab Bahasa
Hubungi Kami: 081233201275
29th Jun 2015 | by: admin

Setiap kelas memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Baik dari fisik kelasnya, maupun karakteristik siswanya. Karena itu, kita tidak bisa menyamaratakan atau menyeragamkan semua kelas. Kita harus memberi perlakuan yang berbeda untuk mendapatkan kegiatan belajar mengajar yang efektif.

Salah satu hal yang kita remehkan adalah model tempat duduk. Kelihatannya sepele, padahal setiap model memberi efek belajar mengajar yang berbeda. Anda perlu memperhatikan video ini dan memikirkan kembali model mana yang paling cocok dengan kelas anda.

Model tradisional digunakan pada kelas besar dan hanya fokus pada guru, tanpa diskusi antar siswa dan interaksi dua arah. Dengan model tradisional, guru lebih mudah mengajar dan menjelaskan. Model ini juga bisa menampung banyak siswa. Namun model ini memiliki kekurangan, yaitu murid yang duduk di belakang tidak bisa fokus pada guru karena jarak yang terlalu jauh. Murid juga susah berdiskusi.

Model U atau tapal kuda memudahkan murid untuk berdebat dan berdiskusi. Guru juga lebih mudah memantau setiap siswa dan menegur jika ada siswa yang melamun. Namun kekurangannya adalah murid yang pemalu merasa tidak nyaman karena ia selalu dipantau guru. Model ini juga membutuhkan ruang kelas yang luas.

Model cluster/grup  sanat efektif bagi kelas yang memiliki banyak kerja kelompok dan praktikum. Murid lebih leluasa dalam bekerja dan berdiskusi. Kekurangannya, guru sulit untuk meminta perhatian kelas karena mereka terfokus pada kelompoknya masing-masing. Murid juga lebih mudah mencontek dan lolos dari pengawasan guru.

About the Author: admin